Kamis, 06 September 2012

Bumbu Ini Bikin Makanan Enak dan Tubuh Langsing

img       Tanpa Anda sadari, aneka bumbu masakan yang ada dapur mengandung sedikit kalori. Tak perlu khawatir jika dikonsumsi setiap hari. Seperti kayu manis, ketumbar dan minyak zaitun dapat membantu menurunkan berat badan. Bumbu dapur selain memperlezat makanan ternyata juga berkalori rendah. Karenanya bumbu-bumbu ini berfungsi ganda untuk menjaga tubuh tetap ramping dan membuat makanan enak.
1. Kayu manis 
img Rasanya manis dengan aroma wangi. Kayu manis sering digunakan untuk bumbu kari setup buah atau semur. Kayu manis ada yang berupa kulit kayu dan bubuk. Per 100 gr mengandung 261 kalori. Pemanis alami ini juga dapat dicampurkan pada secangkir teh.
 
2. Ketumbar 
imgBumbu yang satu ini sarat vitamin dan mineral. Rasanya gurih dan aromanya harum membuat masakan jadi sedap. Dalam 100 gr ketumbar mengandung 418 kalori. 
 
3. Minyak zaitun 
 img
Minyak nabati ini bisa membantu Anda menurunkan berat badan. Kalorinya yang rendah membuat aneka makanan yang ditumis, atau digoreng dengan minyak ini tetap menyehatkan.
 
4. Jahe 
 img
Jahe memiliki rasa yang pedas dan menghangatkan. Bumbu rendah kalori ini juga bisa dicampur ke dalam minuman untuk menghangatkan tubuh. Rasa hangat dan panasnya mengurangi aroma anyir dan membuat makanan jadi lebih sedap.

5. Bawang
 img
 Jenisnya beragam, ada bawang putih, merah dan bombay. Bumbu ini punya peran penting dalam masakan sebagai penguat rasa. Dalam 100 gr bawang merah hanya mengandung 46 kalori, sedangkan pada bawang putih 112 kalori

Tekanan Darah Tinggi? Rajinlah Makan Pepaya!

Tekanan Darah Tinggi? Rajinlah Makan Pepaya!

Gemar makan pepaya? Kabar baik buat yang hobi mengkonsumsi buah merah segar ini. Nutrisinya baik bagi tubuh, terlebih bagi penderita darah tinggi. Pasalnya, makan pepaya teratur bisa menurunkan tekanan darah.

Rupanya, kandungan potassium di dalam buah pepaya yang membuatnya bisa menurunkan tekanan darah. Buah tropis yang banyak dihasilkan di berbagai negara ini memang mengandung potassium tinggi. Bahkan, ada yang menjuluki buah ini sebagai buah yang paling baik dikonsumsi saat diet karena kaya nutrisi.

AHA atau American Heart Association menganjurkan untuk konsumsi makanan tinggi potassium setiap harinya agar tekanan darah terkontrol. Satu buah pepaya mengandung kurang lebih 16 persen kebutuhan tubuh akan potassium.

Menurut AHA, rata-rata orang Amerika mengkonsumsi terlalu banyak sodium dari makanan olahan, makanan kaleng, dan makanan cepat saji. Terlalu banyak kandungan sodium dalam tubuh bisa mengakibatkan tingginya tekanan darah, dan bisa meningkatkan resiko serangan jantung serta stroke.

Menambah asupan pepaya setiap harinya mampu mempertahankan tekanan darah di angka normal. Karenanya, resiko terkena penyakit kronispun bisa diminimalisir. Dibandingkan dengan buah melon dan tomat, buah pepaya mengandung potassium tertinggi yaitu 781mg per buahnya.

Untuk meningkatkan konsumsi pepaya setiap hari, bisa dengan cara menambahkan pada salad atau es buah. Buah yang manis segar ini juga enak diolah menjadi jus ataupun milkshake. Pepaya juga dengan mudah ditemui di toko buah hampir sepanjang tahun, harganyapun tergolong murah dengan nutrisinya yang kaya.

Hati-hati! Junk Food Juga Bisa Merusak Otak!

Hati-hati! Junk Food Juga Bisa Merusak Otak!Reputasi junk food memang terkenal buruk. Selain dapat membuat obesitas, junk food juga dapat merusak otak. Menurut penelitian junk food juga dapat memberikan demensia melalui tekanan darah tinggi dan kolesterol yang menghambat aliran darah ke otak.

Beberapa penelitian sebelumnya tentang hormon insulin dilakukan pada hewan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa penyakit Alzaimer bisa menjadi diabetes otak. Tetapi teori terbaru juga menunjukkan bahwa makanan yang mengandung tinggi lemak dan manis dapat merusak otak dengan mengganggu pasokan insulin.

Dalam diabetes tipe 2, junk food membuat sel-sel dalam tubuh menjadi resisten terhadap insulin yang dibutuhkan unruk mengubah gula menjadi energi. New Scientist melaporkan bahwa insulin dibutuhkan untuk mengatur zat kimia otak yang penting untuk daya ingat dan belajar. Juga untuk memperkuat hubungan antara sel-sel otak, dan menjaga aliran darah dan oksigen ke otak.

Penelitian ini menunjukkan bahwa hal serupa juga terjadi pada penderita Alzaimer dengan diet buruk yang menghambat sel-sel otak menanggapi insulin dengan baik. Pada penelitian yang menggunakan tikus tersebut, terlihat bahwa tikus menderita Alzaimer setelah diberi senyawa yang mencegah otak mereka memakai insulin.

Suzanne de la monte, penulis studi dari Brown University, Amerika Serikat, mengatakan “tikus-tikus tersebut tidak dapat belajar atau mengingat. Ketika peneliti memberikan makanan berlemak dan manis pada pria dan wanita sehat selama sebulan, tingkat insulin dan amiloid beta meningkat”.

“Dengan tingkat diabetes melonjak, dimensia bisa mencapai proporsi epidemi.” tambahnya. Professor Clive Ballard, direktur riset dari Alzheimer`s Society`s mengatakan “satu dari tiga orang yang berumur di atas 65 tahun akan menyandang demensia. Penelitian ini memberi arah baru untuk pengembangan pengobatan”.

5 Hal yang Harus Diketahui Tentang Kanker Paru

Kanker paru seringkali disebut sebagai kanker yang tak terlihat sehingga sebagian besar ditemukan dalam stadium lanjut. Berikut ini 5 hal yang harus diketahui mengenai kanker paru.

Salah satu alasan yang membuat kanker paru mematikan adalah gejalanya yang seringkali tidak terlihat atau tidak disadari hingga penyakit ini menyebar ke organ lainnya di tubuh dan masuk ke stadium lanjut.

Berikut ini 5 hal yang harus atau sebaiknya diketahui oleh masyarakat mengenai kanker paru, seperti dikutip dari awomanshealth, Kamis (26/4/2012) yaitu:

1. Merokok adalah penyebab nomor 1 kanker paru, tapi bukan satu-satunya penyebab
Faktor risiko terbesar untuk kanker paru berhubungan dengan merokok, sedangkan penyebab umum kedua dari kanker paru adalah radon (gas alami yang tidak berwarna dan tidak berbau).

Sementara itu faktor risiko lainnya termasuk jaringan parut di paru akibat tuberkulosis atau lingkungan yang penuh dengan asap rokok, polusi udara, radiasi, asbes dan beberapa bahan kimia.

2. Sekitar 1 dari 5 perempuan dengan kanker paru tidak pernah merokok, dibanding dengan 1 dari 10 laki-laki
Perempuan yang tidak pernah merokok lebih berisiko terkena kanker paru dibanding laki-laki yang tidak merokok. Penyebab paling sering perempuan terkena kanker paru akibat terpapar oleh asap rokok (perokok pasif).

Beberapa bukti menunjukkan perempuan lebih sensitif terhadap efek bahan kimia dari rokok dibanding laki-laki, serta sekitar 9 persen perempuan didiagnosa menderita kanker paru lebih muda dari laki-laki.

3. Gejala kanker paru berbeda antara laki-laki dan perempuan
Hal ini karena jenis kanker paru pada laki-laki dan perempuan cenderung berbeda. Laki-laki lebih sering didiagnosis dengan karsinoma sel skuamosa yang cenderung tumbuh di dekat saluran udara utama. Gejalanya dahak darah kebiruan, batuk kronis dan infeksi.

Sedangkan perempuan lebih sering didiagnosis dengan adenocarcinoma yang tumbuh di daerah luar dari paru yang tidak menunjukkan banyak gejala, serta sedikit yang kena karsinoma sel skuamosa yang bergejala seperti sesak napas, sakit punggung, bahu dan kelelahan.

4. Tak ada cara mudah skrining kanker paru
Saat ini tidak ada pilihan yang lebih baik untuk melakukan skrining kanker paru selain dengan pemeriksaan CT scan yang harganya terbilang mahal. Meski begitu para peneliti kini tengah mempelajari tes lain termasuk rontgen dada dan CTS spiral.

5. Risiko kanker paru bisa dikurangi
Salah satu cara mengurangi risiko adalah berhenti merokok dan mengurangi paparan asap rokok, mengonsumsi pola makan yang seimbang dan olahraga serta jika masih atau pernah merokok di masa lalu sebaiknya pertimbangkan berbicara dengan dokter agar segera dilakukan skrining. Hal ini karena kanker paru tergolong jenis kanker yang bisa diobati jika dideteksi lebih dini.

Susu Kedelai Tidak Dianjurkan Saat Hamil Anak Perempuan??

Meski sebenarnya banyak gizinya, susu kedelai tidak dianjurkan pada beberapa kondisi misalnya saat hamil. Menurut penelitian terbaru, susu kedelai bisa bikin keturunan jadi mandul jika diminum pada saat sedang hamil anak perempuan.

Penelitian yang dilakukan oleh Wendy N Jefferson dari National Institute of Environmental Health Sciences (NIEHS) ini menunjukkan bahwa paparan berbagai senyawa mirip esterogen semasa hamil bisa mengurangi kesuburan anak perempuan. Bukan ibu hamilnya yang mandul, melainkan anaknya jika ternyata hamil anak perempuan.

Salah satu sumber senyawa mirip esterogen yang banyak ditemukan sehari-hari adalah tanaman kedelai, sehingga diyakini susu kedelai tidak baik diminum saat hamil anak perempuan. Jika dugaan ini benar, maka hal ini dapat menjawab pertanyaan tentang ketidaksuburan yang tidak diketahui sebabnya.

Paparan senyawa mirip esterogen semasa dalam kandungan ini bisa mempengaruhi kesehatan reproduksi jangka panjang. Efeknya antara lain adalah kegagalan pembuahan dan kalaupuan berhasil dibuahi, embrionya cenderung lebih sulit menempel di rahim.

Menurut Jefferson, efek ini muncul karena senyawa mirip esterogen tersebut membuat sistem kekebalan tubuh di organ reproduksi perempuan terganggu. Sistem yang disebut mucosal immune response ini menciptakan lingkungan yang kurang mendukung terjadinya pembuahan dan kehamilan.

Sayangnya hasil penelitian ini baru dibuktikan pada tikus, bukan pada manusia sehingga masih butuh penelitian lebih lanjut. Meski sistem reproduksi tikus dan manusia dianggap sama, masih terbuka peluang bahwa hasilnya mungkin sedikit berbeda ketika diujikan pada manusia.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal Biology of Reproduction's Papers-in-Press. Seperti dikutip dari Medicalnewstoday, Sabtu (5/3/2012), Jefferson dalam kesimpulannya menganjurkan agar konsumsi susu berbahan kedelai dikurangi jika sedang hamil anak perempuan.

Minggu, 02 September 2012

Macam macam alat kontrasepsi dan Efek sampingnya

Kontrasepsi memang bukan barang aneh. Tapi sudah tahukah Anda plus-minusnya? Nah, dengan mengenalnya secara lebih baik, Anda tak perlu bingung lagi untuk memilih.

Hampir semua pasangan suami-istri memerlukan perencanaan kehamilan dan sekaligus membatasi jumlah anak. Karena itu, kontrasepsi dibutuhkan. Alasan penggunaan kontrasepsi bisa macam-macam, dari menunda kehamilan, menjarangkan jarak kehamilan, sampai menyetop kehamilan.

Seperti kita tahu, ada begitu banyak alat kontrasepsi. Secara garis besar, kontrasepsi itu dibagi dalam tiga bagian besar. Yaitu kontrasepsi mekanik, hormonal, dan kontrasepsi mantap.

KONTRASEPSI MEKANIK

Dinamakan mekanik karena sifatnya sebagai pelindung. Maksudnya, kontrasepsi ini mencegah bertemunya sperma dan sel telur dalam rahim. Nah, ada beberapa kontrasepsi yang termasuk dalam golongan mekanik ini, yaitu kondom dan diafragma.

* Kondom

Dulu kondom terbuat dari kulit atau usus binatang. Setiap akan digunakan direndam dulu. Kemudian terbuat dari linen. Kini kondom terbuat dari bahan karet yang tipis dan elastis. Bentuknya seperti kantong.

Fungsi kondom sebenarnya untuk menampung sperma sehingga tidak masuk ke dalam vagina. Perlindungan tersebut efektif 90 persen. Terlebih jika dipakai bersama dengan spermisida (pembunuh sperma). “Rata-rata, dari 100 pasangan dalam setahun, sekitar 4 wanita yang hamil,” ujar Andon.

Kondom harganya murah, mudah didapat, tidak perlu resep dokter, tidak perlu pengawasan dan juga bisa mencegah penularan penyakit kelamin. Tapi tidak selalu cocok terutama jika pemakai alergi terhadap bahan karet. Dan mungkin saja terjadi kebocoran, karena bahannya yang sangat tipis.

* Diafragma
Kontrasepsi wanita yang mirip kondom. Bentuknya seperti topi yang menutupi mulut rahim. Terbuat dari bahan karet dan agak tebal. Kontrasepsi ini dimasukkan ke dalam vagina, semacam sekat yang dapat mencegah masuknya sperma ke dalam rahim.

Diafragma digunakan jika akan berhubungan seksual. Setelah itu bisa dilepas lagi atau tetap pada tempatnya. Karena bahannya lebih tebal dari kondom, kontrasepsi ini tidak mungkin bocor.

* Alat Kontrasepsi Dalam Rahim

Alat Kontrasepsi dalam Rahim/AKDR/IUD lebih dikenal dengan nama spiral. Berbentuk alat kecil dan banyak macamnya. Ada yang terbuat dari plastik seperti bentuk huruf S (Lippes Loop). Ada pula yang terbuat dari logam tembaga berbentuk seperti angka tujuh (Copper Seven) dan mirip huruf T (Copper T). Selain itu, ada berbentuk sepatu kuda (Multiload).

“Yang paling terkenal Copper T dan Multiload. Kontrasepsi tersebut jadi pilihan karena kenyamanannya. Modifikasi terbaru Copper T, yaitu Nova T memiliki keunggulan lebih lembut,” jelas Andon.

Alat kontrasepsi ini dimasukkan ke dalam rahim oleh dokter dengan bantuan alat. Benda asing dalam rahim ini akan menimbulkan reaksi yang dapat mencegah bersarangnya sel telur yang telah dibuahi di dalam rahim. Alat ini bisa bertahan dalam rahim selama 2-5 tahun, tergantung jenisnya dan dapat dibuka sebelum waktunya jika Anda ingin hamil lagi.

Sebagai pemakai, Anda bisa memeriksa sendiri keberadaan alat tersebut. Caranya dengan meraba benang alat kontrasepsi tersebut di mulut rahim. Seandainya Anda sudah melakukan pemasangan kontrasepsi ini, jangan lupa melakukan pemeriksaan ulang. Apakah itu 2 minggu sekali, 1-2 bulan sekali, atau setiap enam bulan sampai satu tahun setelah pemasangan. Pemakaian kontrasepsi tanpa bahan aktif Copper dapat terus berlangsung sampai menjelang menopause. Sedangkan kontrasepsi dengan bahan aktif Copper, 3-4 tahun harus diganti.

Yang perlu diingat kontrasepsi ini bukanlah alat yang sempurna. Masih ada kekurangannya. Misalnya, kehamilan bisa tetap terjadi, perdarahan, atau infeksi. Mungkin akibat benang dari alat tersebut dapat merangsang mulut rahim sehingga menimbulkan perlukaan dan menganggu dalam hubungan seksual. Pemakaian AKDR juga membuat kita lebih mudah keputihan. Karena itu sebaiknya kontrasepsi ini tidak digunakan jika terdapat infeksi genetalia atau perdarahan yang tidak jelas.

Keuntungannya, alat ini bisa dipakai untuk jangka panjang. Bahkan sama sekali tidak menganggu produksi ASI, jika ibu sedang mmenyusui. “Efektifitas pemakaian kontrasepsi dalam rahim ini, dari seribu pasangan, sekitar 5 wanita dalam setahun akan hamil,” ujar Andon.

* Spermisida

Kontrasepsi ini merupakan senyawa kimia yang dapat melumpuhkan sampai membunuh sperma. Bentuknya bisa busa, jeli, krim, tablet vagina, tablet, atau aerosol. Sebelum melakukan hubungan seksual, alat ini dimasukkan ke dalam vagina. Setelah kira-kira 5-10 menit hubungan seksual dapat dilakukan. Penggunaan spermisida ini kurang efektif bila tidak dikombinasi dengan alat lain, seperti kondom atau diafragma. “Dari 100 pasangan dalam setahun, ada 3 wanita yang hamil. Tapi karena sering salah dalam pemakaiannya, bisa terjadi sampai 30 kehamilan,” jelas Andon.

Diakuinya, banyak wanita merasa tak nyaman menggunakan spermasida. “Keluhannya, tidak enak dan timbul alergi,” ujar Andon kemudian. Selain itu, pemakaiannya agak merepotkan menjelang hubungan senggama. Pasangan pun sulit mencapai kepuasan.

KONTRASEPSI HORMONAL

Kontrasepsi ini menggunakan hormon, dari progesteron sampai kombinasi estrogen dan progesteron. Penggunaan kontrasepsi ini dilakukan dalam bentuk pil, suntikan, atau susuk.

Pada prinsipnya, mekanisme kerja hormon progesteron adalah mencegah pengeluaran sel telur dari indung telur, mengentalkan cairan di leher rahim sehingga sulit ditembus sperma, membuat lapisan dalam rahim menjadi tipis dan tidak layak untuk tumbuhnya hasil konsepsi, saluran telur jalannya jadi lambat sehingga mengganggu saat bertemunya sperma dan sel telur.

* Pil atau Tablet

Pil bertujuan meningkatkan efektifitas, mengurangi efek samping, dan meminimalkan keluhan. Sebagian besar wanita dapat menerima kontrasepsi ini tanpa kesulitan. Di Indonesia, jenis ini menduduki jumlah kedua terbanyak dipakai setelah suntikan. Pil ini tersedia dalam berbagai variasi. Ada yang hanya mengandung hormon progesteron saja, ada pula kombinasi antara hormon progesteron dan estrogen.

Cara menggunakannya, diminum setiap hari secara teratur. Ada dua cara meminumnya yaitu sistem 28 dan sistem 22/21. Untuk sistem 28, pil diminum terus tanpa pernah berhenti (21 tablet pil kombinasi dan 7 tablet plasebo). Sedangkan sistem 22/21, minum pil terus-menerus, kemudian dihentikan selama 7-8 hari untuk mendapat kesempatan menstruasi. Jadi, dibuat dengan pola pengaturan haid (sekuensial).

Pada setiap pil terdapat perbandingan kekuatan estrogenik atau progesterogenik, melalui penilaian pola menstruasi. Wanita yang menstruasi kurang dari 4 hari memerlukan pil KB dengan efek estrogen tinggi. Sedangkan wanita dengan haid lebih dari 6 hari memerlukan pil dengan efek estrogen rendah.

Sifat khas kontrasepsi hormonal yang berkomponen estrogen menyebabkan mudah tersinggung, tegang, berat badan bertambah, menimbulkan nyeri kepala, perdarahan banyak saat menstruasi, Sedangkan yang berkomponen progesteron menyebabkan payudara tegang, menstruasi berkurang, kaki dan tangan sering kram, liang senggama kering.

Penggunaan pil secara teratur dan dalam waktu panjang dapat menekan fungsi ovarium. Kerugian lainnya, mungkin berat badan bertambah, juga rasa mual sampai muntah, pusing, mudah lupa, dan ada bercak di kulit wajah seperti vlek hitam. Juga dapat mempengaruhi fungsi hati dan ginjal. Kecuali itu, kandungan hormon estrogen dapat mengganggu produksi ASI.

Keuntungannya, pil ini dapat meningkatkan libido, sekaligus untuk pengobatan penyakit endometriosis. Haid menjadi teratur, mengurangi nyeri haid, dan mengatur keluarnya darah haid.

Efektifitas penggunaan pil ini 95-98 persen. Jadi, ada sekitar 7 wanita yang hamil dari 1.000 pasangan dalam setahun.

* Suntikan

Kontrasepsi suntikan mengandung hormon sintetik. Penyuntikan ini dilakukan 2-3 kali dalam sebulan. Suntikan setiap 3 bulan (Depoprovera), setiap 10 minggu (Norigest), dan setiap bulan (Cyclofem).

Salah satu keuntungan suntikan adalah tidak mengganggu produksi ASI. Pemakaian hormon ini juga bisa mengurangi rasa nyeri dan darah haid yang keluar.

Sayangnya, bisa membuat badan jadi gemuk karena nafsu makan meningkat. Kemudian lapisan dari lendir rahim menjadi tipis sehingga haid sedikit, bercak atau tidak haid sama sekali. Perdarahan tidak menentu. Tingkat kegagalannya hanya 3-5 wanita hamil dari setiap 1.000 pasangan dalam setahun.

* Susuk

Disebut alat kontrasepsi bawah kulit, karena dipasang di bawah kulit pada lengan kiri atas. Bentuknya semacam tabung-tabung kecil atau pembungkus silastik (plastik berongga) dan ukurannya sebesar batang korek api. Susuk dipasang seperti kipas dengan enam buah kapsul. Kini sedang diuji coba susuk satu kapsulimplanon). Di dalamnya berisi zat aktif berupa hormon atau Levonorgestrel. Susuk tersebut akan mengeluarkan hormon tersebut sedikit demi sedikit. Jadi, konsep kerjanya menghalangi terjadinya ovulasi dan menghalangi migrasi sperma.

Pemakaian susuk dapat diganti setiap 5 tahun (Norplant) dan 3 tahun (Implanon). Sekarang ada pula yang diganti setiap tahun. Penggunaan kontrasepsi ini biayanya ringan. Pencabutan bisa dilakukan sebelum waktunya jika memang ingin hamil lagi. Efektifitasnya, dari 10.000 pasangan, ada 4 wanita yang hamil dalam setahun.

Efek sampingnya berupa gangguan menstruasi, haid tidak teratur, bercak atau tidak haid sama sekali. Kecuali itu bisa menyebabkan kegemukan, ketegangan payudara, dan liang senggama terasa kering. Kendala lainnya dalam pencabutan susuk yaitu sulit dikeluarkan karena mungkin waktu pemasangannya terlalu dalam. Hal tersebut dapat menimbulkan infeksi.

KONTRASEPSI MANTAP

Dipilih dengan alasan sudah merasa cukup dengan jumlah anak yang dimiliki. Caranya, suami-istri dioperasi (vasektomi untuk pria dan tubektomi untuk wanita). Tindakan dilakukan pada saluran bibit pada pria dan saluran telur pada wanita, sehingga pasangan tersebut tidak akan mendapat keturunan lagi.

Dedeh Kurniasih.

Aman Bagi Pasangan Baru Menikah

Jika Anda baru menikah dan belum berencana punya anak, gunakanlah metoda sederhana untuk menunda kehamilan. Apa saja itu?

1. KONDOM

Sperma yang keluar akan ditampung oleh kondom, sehingga tidak masuk ke dalam rahim. Kegagalan mungkin saja terjadi. Biasanya karena kondom robek dan bocor.

2. PANTANG BERKALA

Untuk menghindari kehamilan, lakukan hubungan intim hanya saat istri dalam masa tidak subur. Ini bisa dilakukan pada pasangan yang istrinya mempunyai siklus haid teratur. Kerjasama dan pengertian suami sangat dibutuhkan dalam hal ini.

3. SENGGAMA TERPUTUS

Cara ini mungkin bisa menghindari kehamilan. Konsepnya, mengeluarkan alat kelamin menjelang terjadinya ejakulasi. Cuma, cara ini memang agak mengganggu kepuasan kedua belah pihak. Tingkat kegagalannya cukup tinggi, 30-35 persen. “Ini lebih disebabkan suami tidak bisa mengontrol, sehingga sperma tetap saja tertumpah di mulut rahim dan tetap bisa masuk vagina.” ujar Andon.

Dedeh

Cocok Tidaknya Pilihan Anda

Tidak cocok jika:

* Berat Tubuh Tidak Stabil

Apakah tubuh menjadi kurus atau gemuk? Seandainya ada perubahan dari berat normal, kemungkinan kontrasepsi yang digunakan tidak cocok.

* Timbul Rasa Nyeri
Bisa nyeri kepala, nyeri otot, kram perut.

* Perubahan Emosi
Muncul gelisah, depresi, dan sebagainya.

* Pola Haid Terganggu
Darah keluar menjadi banyak sekali, sedikit, atau tidak ada sama sekali.

* Timbul Keputihan
Jumlahnya banyak dan mengandung bau.

PERAWATAN PASCA PERSALINAN ( MASA NIFAS)

PERAWATAN PASCA PERSALINAN ( MASA NIFAS)

DEFINISI MASA NIFAS
  • Masa nifas (Puerperium) adalah mulai partus selesai, dan berakhir setelah kira-kira 6 minggu. Akan tetapi, seluruh alat genetalia baru pulih kembali seperti sebelum ada kehamilan dalam waktu 3 bulan. (Prawirohardjo, 2005)
  • Masa nifas (Puerperium) adalah periode dimana organ-organ reproduksi kembali kepada keadaan sebelum hamil, lama masa nifas ini 6 minggu. (Farrer, 1999)

PEMBAGIAN NIFAS
  • Nifas dibagi dalam 3 periode :
1. Puerperium Dini
  • Yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan. Dalam agama islam dianggap telah bersih dan boleh bekerja setelah 40 minggu.
2. Puerperium Intermedial
  • Yaitu kepulihan yang menyeluruh alat-alat genetalia yang lamanya 6-8 minggu.
3. Remote Puerperium
  • Yaitu waktu persalinan mempunyai komplikasi waktu untuk sempurna bisa berminggu-minggu, atau bulanan atau tahunan.

PERUBAHAN-PERUBAHAN FISIOLOGI MASA NIFAS
  1. Perubahan fisik
  2. Involusi uterus dan pengeluaran lokia
  3. Perubahan sistem tubuh lainnya
  4. Perubahan psikis. (Sarwono, 2002)

4) PERAWATAN PASCA PERSALINAN

1. Mobilisasi
  • Ibu yang melahirkan secara normal bisa melakukan mobilisasi 6 jam setelah melahirkan dan 8 jam setelah melahirka untuk ibu yang menjalani operasi cesar kemudian ibu dianjurkan melaksanakan mobilisasi dini, misalnya ibu miring kanan-miring kiri, turun dari tempat tidur, belajar duduk, dan berjalan sendiri. Pada hari ke 2 diperbolehkan duduk, hari ke3 diperbolehkan jalan-jalan, dan hari ke 4 atau ke 5 sudah diperbolehkan pulang. Mobilisasi ini bertujuan agar sirkulasi darah menjadi lancar, menghindari pembengkakan, dan mencegah trombosis.
  • Mobilisasi diatas mempunyai variasi, tergantung pada komplikasi persalinan, nifas dan sembuhnya luka-luka. (Sinsin, 2009).
  • Mobilisasi dini sangat penting dalam mencegah trombosis vena. Setelah proses persalinan yang normal, jika gerakannya tidak terhalang oleh pemasangan infus, atau kateter dan tanda vitalnya juga memuaskan, biasanya ibu diperbolehkan untuk mandi dan pergi ke WC dengan dibantu satu atau 2 jam setelah melahirkan secara normal. Sebelum waktu ini, ia harus diminta untuk melakukan latihan menarik napas yang dalam serta latihan tungkai yang sederhana dan harus duduk serta mengayunkan tungkainya dari tepi ranjang. Pasien sectio caesarea biasanya mulai mobilisasi dini 24–36 jam sesudah melahirkan. Jika pasien menjalani analgesia epidural, pemulihan sensibilitas yang total harus dibuktikan dahulu sebelum mobilisasi dimulai. (Farrer,1999)
2. Diet
  • Diet untuk ibu masa nifas harus banyak mengandung protein, besi, serta kalsium, vitamin serta serat makanan dan harus mencakup 3000 ml cairan yang 1000 ml diantaranya berupa susu. Asupan kalori per hari harus di tingkatkan sampai 2700 kalori (11.500 kilojoule). (Farrer,1999)
3. Miksi
  • Hendaknya kencing dapat dilakukan sendiri secepatnya. Bila kandung kemih penuh wanita sulit kencing. Sebaiknya dilakukan kateterisasi.
  • Stres inkontinensia dapat terjadi hanya sementara dan akan menghilang setelah tonus otot dasar panggulnya membaik.
4. Defikasi
  • Buang air besar harus dilakukan 3–4 kali setelah melahirkan
5. Perawatan payudara
  • Perawatan payudara telah dimulai sejak wanita hamil supaya putting susu lemas, tidak keras dan kering sebagai persiapan untuk mengurus bayinya.
Perubahan-perubahan terjadi pada kelenjar payudara :
  1. Poliferasi jaringan pada kelenjar-kelenjar alveoli dan jaringan lemak bertambah
  2. Keluar cairan susu jolog dari duktus laktiferus disebut kolostrum berwarna kuning-putih susu.
  3. Hipervaskularisasi pada permukaan dan bagian dalam dimana vena-vena berdilatasi sehingga tampak jelas.
  4. Setelah persalinan pengaruh supresi estrogen dan progesteron hilang, maka timbul pengaruh hormon laktogenik (LH) atau prolaktin yang akan merangsang air susu.
6. Cuti hamil dan bersalin
  • Menurut undang-undang bagi wanita pekerja berhak mengambil cuti hamil dan bersalin selama 3 bulan, yaitu 1 bulan sebelum bersalin ditambah 2 bulan setelah bersalin.
7. Pemeriksaan pasca persalinan
  • Pemeriksaan post natal antara lain meliputi :
  1. Pemeriksaan umum : TTV, keluhan dan sebagainya.
  2. Keadaan umum : kesadaran, selera makan dan lain-lain
  3. Payudara, ASI, putting susu
  4. Dinding perut, perineum, kandung kemih dan rektum
  5. Sekret yang keluar misalnya lokia, flour albus
  6. Keadaan alat-alat kandungan
8. Nasehat untuk ibu post natal
  1. Sebaiknya bayi segera disusui
  2. Untuk kesehatan ibu, bayi dan keluarga sebaiknya melakukan KB untuk mengatur jarak kelahiran berikutnya
  3. Bawalah bayi anda untuk memperoleh imunisasi. (Mochtar, 1998)

5) TUJUAN ASUHAN MASA NIFAS 

  1. Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologi. Melakukan skrining yang komperhensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.
  2. Memberikan pedidikan kesehatan tentang kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat.
  3. Memberikan pelayanan keluarga berencana. (Mochtar, 1998).

DAFTAR PUSTAKA

  1. Alimul, A. (2007), Metode Penelitian Penulisan Ilmiah, Jakarta: Salemba Medika.
  2. Alimul, H. A, dan Musrifatul, U. (2004), Buku Saku Pratikan Kebutuhan Dasar Manusia, Jakarta: EGC.
  3. Arikunto, S. (2006), Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: PT Rineka Cipta.
  4. Cambridge, C. L. (1998) Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia dan System Reproduksi, Jakarta: EGC.
  5. Desiyati, D. (2008) Fisiologi Nifas, from Http://we-littlefairy. blogspot.com
  6. Fizari, S. (2009) Perubahan Fisiologi pada Masa Nifas, From Http://sekuracity/blogspot.com
  7. Hincliff, S. (1999) Kamus Keperawatan, Jakarta: EGC.
  8. Ibrahim, C.S. (1996) Perawatan Kebidanan, Jakarta: Bhratara.
  9. Manuaba, I. B. G. (1998) Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan, Jakarta: EGC.
  10. Mochtar, R. (1998) Sinopsis Obstetric, Jakarta: EGC.
  11. Notoadmodjo, S. (2005) Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta: PT. Rineka Cipta.
  12. Nursalam, (2003) Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan, Jakarta: Salemba Medika.
  13. Nursalam, dan Pariani, S. (2001) Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan, CV, Info Medika.
  14. Prawirohardjo, S. (2002) Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.
  15. ___________, (2002) Ilmu Kebidanan, Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.
  16. Pusdiknakes, WHO, JHPIEGO. (2001) Post Partum, Jakarta: MNH
  17. Ramali, A. (2003) Kamus Kedokteran, Jakarta: Djambatan.
  18. Rambey, R. (2008) Tetap Sehat Setelah Bersalin, from Http:// nursingwear/wordpress.
  19. Roper, N. (2002) Prinsip-Prinsip Keperawatan, Yogyakarta: Yayasan Essentia Medika.
  20. Sinsin, L. (2009). Masa Kehamilan dan Persalinan. PT. Elex Media Komputindo, from Http:// www.elexmedia.co.id, 118-119.